Petani Sei Enam Tetap Semangat Tanam Padi Gogo Meski Hampir Dua Bulan Tanpa Hujan
Bintan – Meskipun hampir dua bulan terakhir wilayah Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan tidak diguyur hujan, para petani tetap menunjukkan semangat tinggi dengan menanam padi gogo di lahan mereka. Kondisi cuaca yang kering tidak menyurutkan tekad petani untuk terus berproduksi demi menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau (BRMP Kepri), Rudi Hartono, menyampaikan bahwa yang ditanam di lahan kering dipilih karena relatif lebih adaptif terhadap kondisi minim air dibandingkan saat di tanam di sawah. Menurutnya, para petani memanfaatkan sisa kelembaban tanah serta menerapkan teknik budidaya yang lebih efisien untuk memastikan benih dapat tumbuh optimal meski curah hujan terbatas.
“Padi gogo menjadi solusi di tengah kondisi kemarau panjang seperti saat ini. Dengan pengelolaan yang tepat, hasilnya tetap bisa optimal,” ujarnya saat menghadiri kegiatan penanaman.
Kepercayaan diri petani semakin kuat karena pada musim tanam sebelumnya, hasil panen padi gogo dinilai cukup memuaskan. Produksi yang stabil serta kualitas gabah yang baik memberikan motivasi tambahan bagi petani untuk kembali menanam di musim ini, walaupun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.
Pada musim tanam kali ini, petani memilih menanam padi varietas Cakrabuana Agritan. Varietas ini dikenal memiliki daya tahan yang baik serta menghasilkan beras dengan kualitas yang diminati masyarakat. Di Kabupaten Bintan, padi Cakrabuana menjadi salah satu varietas favorit karena produktivitasnya yang menjanjikan dan cita rasanya yang disukai konsumen.
Kegiatan penanaman padi gogo ini turut dihadiri oleh Kepala BRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono, Penaggung Jawab Swasembada Kabupaten Bintan Melli Fitriani, Katimker Penyelenggaraan Penyuluhan Kabupaten Bintan Gindriawan Saftarizana, Kepala BPP Bintan Timur Intan Putri Ramadhani, serta Babinsa Bintan Timur Filman. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap semangat dan kerja keras para petani di lapangan.
Salah satu petani setempat mengungkapkan bahwa semangat kebersamaan menjadi kunci utama dalam menghadapi musim kering. “Kami tetap optimis. Pengalaman panen sebelumnya memberi kami keyakinan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ujarnya.
Dengan kerja keras, optimisme, dan dukungan berbagai pihak, para petani di Sei Enam berharap musim tanam kali ini kembali memberikan hasil yang baik, meskipun tantangan cuaca masih membayangi. Semangat pantang menyerah para petani menjadi bukti nyata ketangguhan sektor pertanian daerah di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.